Showing posts with label strategi pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label strategi pembelajaran. Show all posts

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (SPBM)

Download Skripsi Online - Pada pembahasan kali ini, kita akan mengulas mengenai strategi pembelajaran berbasis masalah atau sering disingkat dengan SPBM. 

SPBM dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapai secara ilmiah. Terdapat tiga ciri utama dari spbm. Pertama, SPBM merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi spbm ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. Spbm tidak mengharapkan siswa hanya sekedar mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal materi pelajaran, akan tetapi melalui spbm siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan. Kedua, aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. SPBM menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya, tanpa masalah maka tidak mungkin ada proses pembelajaran. Ketiga, pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah. 
Berpikir dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir ini dilakukan secara sistematis dan empiris. Sistematis artinya berpikir ilmiah dilakukan melalui tahapan-tahapan tertentu; sedangkan empiris artinya proses penyelesaian masalah didasarkan pada data dan fakta yang jelas.

Untuk mengimplementasikan spbm, guru perlu memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan yang dapat dipecahkan. Permasalahan tersebut bisa diambil dari buku teks atau dari dari sumber-sumber lain misalnya dari peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar, dari peristiwa dalam keluarga atau dari peristiwa kemasyarakatan.

Strategi pembelajaran dengan pemecahan masalah dapat diterapkan:
  1. Manakala guru menginginkan agar siswa tidak hanya sekedar dapat mengingat materi pelajaran, akan tetapi menguasai dan memahaminya secara penuh.
  2. Apabila guru bermaksud untuk mengembangkan keterampilan berpikir rasional siswa, yaitu kemampuan menganalisis situasi, menerapkan pengetahuan yang mereka milii dalam situasi baru, mengenal adanya perbedaan antara fakta dan pendapat, serta mengembangkan kemampuan dalam membuat judgment secara objektif.
  3. Manakala guru menginginkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan intelektual siswa.
  4. Jika guru ingin mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajarnya.
  5. Jika guru ingin agar siswa memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupannya (hubungan antara teori dengan kenyataan).
  Itulah tadi pembahasan mengenai strategi pembelajaran berbasis masalah (SPBM) semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua. 


Keunggulan dan Kelemahan Strategi Pembelajaran Inkuiri

Operator Bukan Guru - Bagi setiap strategi pembelajaran pasti memiliki keunggulan dan kelemahannya tersendiri, hal ini terjadi juga pada strategi pembelajaran inkuiri. Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan pada strategi pembelajaran inkuiri silahkan simak pada tulisan dibawah ini.
Keunggulan
Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang banyak dianjurkan oleh karena strategi ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:

Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.

Strategi pembelajaran inkuiri dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.

Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.

Keuntungan lain adalah strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terlambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.

Baca Juga:
HAKIKAT MASALAH DALAM STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (SPBM) 
Kesulitan-Kesulitan Implementasi Strategi Pembelajaran Inkuiri 
Teori Strategi Pembelajaran Ekspositori

Kelemahan
Disamping memiliki keunggulan, strategi pembelajaran inkuiri juga mempunyai kelemahan, diantaranya:

Jika strategi pembelajaran inkuiri digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.

Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.

Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.

Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka strategi pembelajaran inkuiri akan sulit diimplikasikan oleh setiap guru.

Semoga setelah rekan-rekan dewan guru membaca postingan artikel kali ini, dapat sedikitnya menambahkan wawasan dan mengetahui keunggulan dan kelemahan pada strategi pembelajaran inkuiri dan lebih tepat lagi dalam memilih strategi pembelajaran apa yang seharusnya digunakan dalam menyampaikan materi ajar pada proses kegiatan belajar mengajar disekolah.

Jika ada penjelasan yang kurang dapat dipahami, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.


Kesulitan-Kesulitan Implementasi Strategi Pembelajaran Inkuiri

Download Skripsi Online - Bagi para dewan guru yang terjun langsung dalam proses kegiatan belajar mengajar, mungkin akan mendapatkan kesulitan sendiri pada saat akan menyampaikan sebuah materi ajar kepada peserta didiknya. Hal demikian juga tidak terkecuali dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran.

Pada pembahasan kali ini saya akan membahas mengenai kesulitan-kesulitan implementasi strategi pembelajaran inkuiri dan juga akan sedikit memberikan solusi dari permasalahan yang mungkin terjadi pada seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar tersebut. Silahkan simak artikel dibawah ini.

Strategi pembelajaran inkuiri merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dianggap baru khususnya di indonesia. Sebagai suatu strategi beru, dalam penerapannya terdapat beberapa kesulitan.

Pertama, strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses berpikir yang bersandarkan kepada dua sayap yang sama pentingnya, yaitu proses belajar dan hasil belajar. Selama ini guru yang sudah terbiasa dengan pola pembelajan sebagai proses menyampaikan informasi yang lebih menekankan kepada hasil belajar, banyak yang merasa keberatan untuk mengubah pola mengajarnya. Bahkan guru yang menganggap strategi pembelajaran inkuiri sebagai strategi yang tidak mungkin dapat diterapkan karena tidak sesuai dengan budaya dan sistem pendidikan di indonesia memang, untuk mengubah suatu kebiasaan bukanlah pekerjaan mudah, apalagi sifat guru yang cenderung konvensional, sulit untuk menerima pembaruan-pembaruan.

Kedua, sejak lama tertanam dalam budaya belajar siswa bahwa belajar pada dasarnya adalah menerima materi pelajaran dari guru, dengan demikian bagi mereka guru adalah sumber belajar yang utama. Karena budaya belajar semacam itu sudah terbentuk dan menjadi kebiasaan, maka akan sulit mengubah pola belajar mereka dengan menjadikan belajar sebagai proses berpiir. Mereka akan sulit manakala diajak memecahkan suatu persoalan. Mereka akan sulit manakala disuruh untuk bertanya. Demikian juga dalam menjawab pertanyaan. Mereka akan mengalami kesulitan untuk mejawab setiap pertanyaan, walaupun pertanyaan itu sangat sederhana. Biasanya siswa memerlukan waktu yang cukup lama untuk merumuskan jawaban dari suatu pertanyaan.

Ketiga, berhubungan dengan sistem pendidikan kita yang dianggap tidak konsisten. Misalnya, sistem pendidikan menganjurkan bahwa proses pembelajaran sebaiknya menggunakan pola pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir melalui pendekatan student active earning atau yang kita kenal dengan cbsa, atau melalui anjuran penggunaan kurikulum berbasis kompetensi (kbk), namun dilain pihak sistem evaluasi yang masih digunakan misalnya sistem ujian akhir nasional (uan) berorientasi pada pengembangan aspek kognitif. Tentu saja hal ini bisa menambah kebingungan guru sebagai pelaksana di lapangan. Guru akan mendua hati, apakah ia akan melaksanakan pola pembelajaran dengan menggunakan inkuiri sebagai strategi pembelajaran yang menekankan pada proses belajar, atau akan mengembangkan pola pembelajaran yang diarahkan agar siswa dapat mengerjakan atau menjawaba soal-soal hafalan.

Semoga artikel ini dapat membantu rekan dewan guru yang mungkin mengalami kesulitan dalam implementasi menerapkan strategi pembelajaran inkuiri dalam menyampaikan materi ajar kepada para peserta didiknya.

Jika ada yang kurang jelas atau tidak dapat dipahami dalam tulisan diatas, silahkan tinggalkan komentar dibawah postingan ini. Terima kasih.



HAKIKAT MASALAH DALAM STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (SPBM)

Download Skripsi Online - HAKIKAT MASALAH DALAM STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (SPBM). Bagi anda rekan guru mungkin sering mengalami kesulitan dalam menentukan strategi pembelajaran yang cocok untuk menyampaikan materi ajar yang ingin disampaikan kepada peserta didiknya. Berikut pada postingan kali ini saya akan memberikan perbendaharaan dalam strategi pembelajaran yang merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Adapun strategi pembelajaran yang akan dibahas dalam postingan kali ini adalah strategi pembelajaran berbasis masalah (SPBM).

Antara strategi pembelajaran inkuiri dan strategi pembelajaran berbasis masalah memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut terletak pada jenis masalah serta tujuan yang ingin dicapai. Masalah dalam strategi pembelajaran inkuiri adalah masalah yang bersifat tertutup. Artinya, jawaban dari masalah itu sudah pasti, oleh sebab itu jawaban dari masalah yang dikaji itu sebenarnya guru sudah mengetahui dan memahaminya, namun guru tidak secara langsung menyampaikannya kepada siswa dalam strategi pembelajaran tugas guru pada dasarnya menggiring siswa melalui proses tanya jawab pada jawaban yang sebenarnya sudah pasti. Tujuan yang ingin dicapai oleh strategi pembelajaran inkuiri adalah menumbuhkan keyakinan dalam diri siswa tentang jawaban dari suatu masalah.

Berbeda dengan strategi pembelajaran inkuiri, masalah dalam strategi pembelajaran berbasis masalah adalah masalah yang bersifat terbuka. Artinya jawaban dari masalah tersebut belum pasti. Setiap siswa, bahkan guru, dapat mengembangkan kemungkinan jawaban. Dengan demikian strategi pembelajaran berbasis masalah memberikan kesempatan pada siswa untuk bereksplorasi mengumpulkan dan menganalisis data secara lengkap untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Tujuan yang ingin dicapai oleh strategi pembelajaran berbasis masalah adalah kemampuan siswa utuk berpikir kritis, analitis, sistematis, dan logis untuk menemukan alternatif pemecahan masalah melalui eksplorasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah.
 Baca Juga:

Teori Strategi Pembelajaran Ekspositori

Strategi Pembelajaran Inkuiri

Prosedur Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Ekspositori

Hakikat masalah dalam strategi pembelajaran berbasis masalah adalah gap atau kesenjangan antara situasi nyata dan kondisi yang diharapkan, atau antara kenyataan yang terjadi dengan apa yang diharapkan. Kesenjangan tersebut bisa dirasakan dari adanya keresahan, keluhan, kerisauan, atau kecemasan. Oleh karena itu, maka materi pelajaran atau topik tidak terbatas pada materi pelajaran yang bersumber dari peristiwa-peristiwa tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Dibawah ini deberikan kriteria pemilihan bahan pelajaran dalam strategi pembelajaran berbasis masalah.

  1.  Bahan pelajaran harus mengandung isu-isu yang mengandung konflik (conflict issue) yang bisa bersumber dari berita, rekaman video, dan yang lainnya.
  2. Bahan yang dipilih adalah bahan yang bersifat familiar dengan siswa, sehingga setiap siswa dapat mengikutinya dengan baik.
  3. Bahan yang dipilih merupakan bahan yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak (universal), sehingga terasa manfaatnya.
  4. Bahan yang dipilih merupakan bahan yang mendukung tujuan atau kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
  5. Bahan yang dipilih sesuai dengan minat siswa sehingga setiap siswa merasa perlu untuk mempelajarinya.

Demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai strategi pembelajaran berbasis masalah (SPBM), Semoga dapat memberikan manfaat dan pengetahuan tambahan bagi kita semua. Adapun jika ada yang kurang jelas mengenai pembahasan kali ini, silahkan tuliskan komentar dibawah postingan ini. Terima kasih.


Teori Strategi Pembelajaran Ekspositori

Download Skripsi Online - Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian bahan ajar secara verbal dari seorang pendidik kepada parapeserta didik dengan maksud agar peserta didik dapat menguasai bahan ajar secara optimal. Roy Killen (1998) menamakan strategi pembelajaran ekspositori ini dengan istilah strategi pembelajaran langsung (direct insruction). Mengapa demikian? Karena pada strategi ini bahan ajarpada proses pembelajaran disampaikan langsung oleh pendidik. Peserta didik tidak dituntut untuk menemukan bahan ajar itu. Bahan ajarpada proses pembelajaran seakan-akan sudah jadi. Oleh karena strategi pembelajaran ekspositori lebih menekankan kepada proses bercakap, maka sering juga dinamakan istilah strategi pembelajaran “chalk and talk”.

Terdapat beberapa karakteristik strategi pembelajaran ekspositori. Pertama, strategi pembelajaran ekspositori dilakukan dengan cara menyampaikan bahan ajarpada proses pembelajaran secara verbal, artinya bercakap secara lisan merupakan alat utama pada melakukan strategi pembelajaran ekspositori, oleh karena itu sering orang mengidentikannya dengan ceramah. Kedua, biasanya bahan ajarpada proses pembelajaran yang disampaikan adalah bahan ajarpada proses pembelajaran yang sudah jadi, seperti data atau fakta, teori-teori tertentu yang harus dihafal sehingga tidak menuntut peserta didik untuk berpikir ulang. Ketiga, tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan bahan ajarpada proses pembelajaran itu sendiri. Artinya, setelah proses pembelajaran berakhir peserta didik diharapkan dapat memahaminya dengan benar dengan cara dapat mengungkapkan kembali bahan ajar yang telah diuraikan.

Strategi pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada pendidik (teacher centered approach). Dikatakan demikian, sebab pada strategi ini pendidik memegang peran yang sangat dominan. Melalui strategi ini pendidik menyampaikan bahan ajar pembelajaran secara terstruktur dengan harapan bahan ajarpada proses pembelajaran yang disampaikan itu dapat dikuasai peserta didik dengan baik. Fokus utama strategi ini adalah kemampuan akademik (academic achievement) peserta didik. Metode pembelajaran dengan kuliah merupakan bentuk strategi pembelajaran ekspositori.
Strategi pembelajaran ekspositori akan efektif apabila:
pendidik akan menyampaikan bahan-bahan baru serta kaitannya dengan yang akan dan harus dipelajari peserta didik (overview). Biasanya bahan atau bahan ajar baru itu diperlukan untuk kegiatan-kegiatan khusus, seperti kegiatan pemecahan masalah atau untuk melakukan proses tertentu. Oleh sebab itu, bahan ajar yang disampaikan adalah bahan ajar-bahan ajar dasar seperti teori-teori tertentu, prosedur, atau rangkaian aktivitas. Dan lain sebagainya.
apabila pendidik menginginkan agar peserta didik mempunyai gaya model intelektual tertentu, misalnya agar peserta didik bisa mengingat bahan pada proses pembelajaran sehingga ia akan dapat mengungkapkannya kembali apabila diperlukan. 



     Jika bahan pada proses pembelajaran yang akan diajarkan cocok untuk dipresentasikan, artinya dipandang dari sifat dan jenis bahan ajarpada proses pembelajaran memang bahan ajarpada proses pembelajaran itu hanya mungkin dapat dipahami oleh peserta didikapabila disampaikan oleh pendidik, misalnya bahan ajarpada proses pembelajaran hasil penelitian berupa data-data khusus.

jika bahan pada proses pembelajaran yang akan diajarkan cocok untuk dipresentasikan, artinya dipandang dari sifat dan jenis bahan ajarpada proses pembelajaranan memang bahan ajarpada proses pembelajaran itu hanya mungkin dapat dipahami oleh peserta didikapabila disampaikan oleh pendidik, misalnya bahan ajarpada proses pembelajaran yang bersifat pancingan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
5.      pendidik menginginkan untuk menyajikan suatu teknik atau prosedur tertentu untuk kegiatan praktik. Prosedur tersebut biasanya merupakan langkah baku atau langkah standar yang harus ditaati pada melakukan suatu proses tertentu. Apabila langkah itu tidak ditaati, maka dapat menimbulkan pengaruh atau resiko tertentu dalam kegiatan belajar mengajar.

6.      jika ingin membangkitkan keingintahuan peserta didik tentang topik tertentu. Misalnya, bahan ajarpada proses pembelajaran yang bersifat pancingan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
7.  apabila seluruh peserta didik memiliki tingkat kesulitan yang sama sehingga pendidik perlu menjelaskan untuk seluruh peserta didik.

8.      Apabila pendidik akan mengajar pada para peserta didik yang rata-rata memiliki kemampuan rendah. Berdasarkan hasil penelitian (ross &kyle, 1987) strategi ini sangat efektif untuk mengajarkan teori dan keterampilan untuk anak-anak yang memiliki kemampuan kurang (low achieving students).
9.      Jika lingkungan tidak mendukung untuk menggunakan strategi yang berpusat pada peserta didik, misalnya tidak adanya sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

      Jika pendidik tidak memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada peserta didik.



Strategi Pembelajaran Inkuiri

Download Skripsi Online - Strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara pendidik dan peserta didik. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.

Strategi pembelajaran inkuiri berangkat dari asumsi bahwa sejak seseorang lahir ke dunia, seseorang memiliki dorongan untuk menemukan sendiri pengetahuannya. Rasa ingin tahu tentang keadaan alam di sekelilingnya merupakan kodrat seseorang sejak ia lahir ke dunia. Sejak kecil seseorang memiliki keinginan untuk mengenal segala seuatu melalui indra pengecapan, pendengaran, penglihatan dan indra-indra lainnya. Hingga dewasa keingintahuan seseorang secara terus-menerus berkembang dengan menggunakan otak dan pikirannya. Pengetahuan yang dimiliki seseorang akan bermakna (meaningfull) apabila didasari oleh keingintahuan itu. Dalam rangka itulah strategi pembelajaran inkuiri dikembangkan.

Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri. Pertama, strategi pembelajaran inkuiri menekankan kepada aktivitas peserta didik secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi pembelajaran inkuiri menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, peserta didik tidak hanya berperan sebagai penerima kegiatan belajar mengajar melalui penjelasan pendidik secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari bahan ajarkegiatan belajar mengajar itu sendiri.

Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan peserta didik diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri menempatkan pendidik bukan sebab sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar peserta didik.
Aktivitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses tanya jawab antara pendidik dan peserta didik. Oleh sebab itu kemampuan pendidik dalam menggunakan teknik bertanya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri.


Ketiga, tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam strategi pembelajaran inkuiri peserta didik tak hanya dituntut agar menguasai bahan ajarkegiatan belajar mengajar, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Seseorang yang hanya menguasai kegiatan belajar mengajar belum tentu dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara optimal; namun sebaliknya, peserta didik akan dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya apabila ia bisa menguasai bahan ajarkegiatan belajar mengajar.
Seperti yang dapat disimak dari proses pembelajaran, tujuan utama pembelajaran melalui strategi belajar inkuiri adalah menolong peserta didik untuk dapat mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan berpikir dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar rasa ingin tahu mereka.

Strategi pembelajaran inkuiri merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada peserta didik (student centered approach). Dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini peserta didik memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.
Strategi pembelajaran inkuiri akan efektif apabila:

  • Pendidik mengharapkan peserta didik dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan. Dengan demikian dalam strategi inkuiri penguasaan bahan ajarkegiatan belajar mengajar bukan sebagai tujuan utama pembelajaran, akan tetapi yang lebih dipentingkan adalah proses belajar.
  • jika bahan kegiatan belajar mengajar yang akan diajarkan tidak berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi, akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian. 
  • Jika proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu peserta didik terhadap sesuatu.
  • jika pendidik akan mengajar pada sekelompok peserta didik yang rata-rata memiliki kemauan dan kemampuan berpikir. Strategi pembelajaran inkuiri akan kurang berhasil diterapkan kepada peserta didik yang kurang memiliki kemampuan untuk berpikir. 
  • jika jumlah peserta didik yang belajar tak terlalu banyak sehingga bisa dikendalikan oleh pendidik.
  • jika pendidik memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada peserta didik.

Prosedur Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Ekspositori

Download Skripsi Online - Sebelum dijelaskanprosespemakaian strategi pembelajaran ekspositori terlebih dahulu dijelaskan beberapa hal yang harus dipahami oleh setiap pendidik yang akan menggunakan strategi pembelajaran ekspositori ini.

1. Rumuskan Tujuan yang Ingin Dicapai
Merumuskan tujuan adalah langkah pertama yang memang harus disiapkan pendidik. Tujuan yang ingin dicapai sebaiknya diformulasikan dalam bentuk perubahan tingkah laku yang spesifik yang berstandarkan kepada tujuan dari proses pembelajaran. Tujuan yang spesifik, seperti yang telah ditegaskan diatas, dapat mempertegas kepada arah yang mau dicapai. Dengan demikian, melalui tujuan pembelajaran yang jelas dan tegas selain dapat membimbing peserta didik dalam memperhatikan isi dari materi pembelajaran juga akan diketahui efektivitas dan efesiensi penggunaan strategi pembelajaran ekspositori ini.

Banyak terjadi, proses pembelajaran dengan cara ceramah (kuliah), pendidik terlena dengan pengajaran yang dilakukannya, sehingga inti dari materi pelajaran menjadi melebar, tidak fokus pada pokok pembahasan materi yang sedang dibahas. Dengan rumusan tujuan kegiatan pembelajaran yang jelas, hal ini tidak akan terjadi. Sebab, tujuan yang harus dicapai akan menjadi faktor pengingat bagi pendidik dalam proses kegiatan belajar mengajar yang berlangsung.


2. Kuasai Materi Pelajaran dengan Baik
Penguasaan materi dalam kegiatan belajar mengajar dengan baik merupakan syarat yang harus dikuasai dalam penggunaan strategi penggunaan strategi pembelajaran ekspositori. Penguasaan materi ajar yang sempurna, akan membuat kepercayaan diri pendidik meningkat, sehingga pendidik akan mudah mengelola kelas ketika proses pembelajaran berlangsung; ia akan bebas bergerak; berani menatap peserta didik; tidak takut dengan tingkah laku parapeserta didik yang dapat mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar berlangsung; dan lain lain sebagainya. Sebaliknya, jikapendidik kurang menguasai bahan ajar yang akan disampaikan pada saat proses pembelajaran, ia akan kurang percaya diri sehingga ia akan sulit bergerakmobile pada saat menyampaikan materi ajar; takut menatap parapeserta didik; menjelaskan materi pelajaran serba tanggung dengan suara yang pelan dan miskin ilustrasi dan lain sebagainya. Yang terjadi adalahpara peserta didikakan sulit mengatur irama dan iklim pembelajaran. Pendidik akan sulit mengontrol dan mengendalikan perilaku-perilaku peserta didik yang dapat mengganggu jalannya proses pembelajaran.
Agar pendidik dapat menguasai materi bahan ajar ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, pelajari sumber-sumber belajar yang terkini. Kedua, persiapkan masalah-masalah yang mungkin muncul dengan cara menganalisis materi bahan ajar sampai detailnya. Ketiga, buatlah garis besar materi pelajaran yang akan disampaikan untuk memandu dalam penyampaian agar tidak melebar.

3. Kenali Kelas dan Berbagai Hal yang Dapat Memengaruhi Proses Penyampaian
Mengenali lapangan atau kelas merupakan hal penting dalam langkah persiapan. Pengenalan kelas yang baik memungkinkan pendidik dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu proses penyampaian materi bahan ajar. Beberapa hal yang berhubungan dengan kelas yang harus dikenali diantaranya, pertama, latar belakang audiens atau peserta didik yang akan menerima materi, misalnya kemampuan dasar atau pengalaman belajar peserta didik sesuai dengan materi bahan ajar yang akan disampaikan, minat dan gaya belajar peserta didik, dan lain sebagainya. Kedua, kondisi ruangan, baik menyangkut luas dan besarnya ruangan, pencahayaan, posisi tempat duduk, maupun kelengkapan ruangan kelas itu sendiri. Pemahaman akan kondisi ruangan kelas itu diperlukan untuk mengatur tempat duduk dan/atau untuk menempatkan media pembelajaran yang digunakan, misalnya dimana sebaiknya layar OHP atau LCD disimpan, dimana sebaiknya gambar dipasang, dan lain sebagainya.
Keberhasilan penggunaan strategi ekspositori sangat bergantungkepada kemampuan pendidik untuk bercakap atau menyampaikan materi bahan ajar.
Ada beberapa langkah dalam penerapan strategi pembelajaran ekspositori, yaitu:
1.      Persiapan
2.      Penyampaian (preparation)
3.      Penyampaian (presentation)
4.      Mnghubungkan (correlation)
5.      Menyimpulkan (generalization)
6.      Penerapan (aplication)
Demikian artikel ini dibuat, semoga dapat memberikan wawasan para pembaca sekalian untuk lebih dapat memahami seputar strategi pembelajaran ekspositori.

Prinsip-Prinsip Strategi Pembelajaran Inkuiri

1. Berorientasi Pada Pengembangan Intelektual
Tujuan utama dari strategi pembelajaran inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir para peserta didik. Dengan demikian, strategi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses pembelajaran. Karena itu, kriteria keberhasilan dari kegiatan belajar mengajar  dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri bukan ditentukan oleh sejauh mana peserta didik dapat memahamiinti dari materi pembelajaran, akan tetapi sejauh mana peserta didikberproses mencari dan menemukan sesuatu. Makna dari “sesuatu” yang harus ditemukan oleh peserta didik melalui proses berpikir adalah sesuatu yang dapat ditemukan, bukan sesuatu yang tidak pasti, oleh sebab itu setiap pendapat yang harus dikembangkan adalah pendapat yang dapat ditemukan.

2. Prinsip Interaksi
Kegiatan belajar mengajar pada dasarnya adalah proses berinteraksi, baik interaksi antara peserta didik maupun interaksi peserta didik dengan pendidik, bahkan interaksi antara peserta didik dengan lingkungan sekitar. Kegiatan Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan pendidik bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi dalam kegiatan belajar mengajar itu sendiri. Pendidik perlu mengarahkan (directing) agar peserta didik bisa mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi antar peserta didik. Kemampuan pendidik untuk mengatur komunikasi para peserta didik dalam proses pembelajaran memang bukan pekerjaan yang mudah. Sering pendidik terjebak oleh kondisi yang tidak tepat mengenai kegiatan interaksi itu sendiri. Misalnya, interaksi hanya berlangsung antarpeserta didik yang mempunyai kemampuan berbicara saja walaupun pada kenyataannya pemahaman peserta didik tentang substansi permasalahan yang dibicarakan sangat kurang; atau pendidik justru mengabaikanfungsi sebagai pengatur interaksi itu sendiri.

3. Prinsip Bertanya
Peran pendidik yang harus dilakukan dalam menggunakan strategi pembelajaran inkuiri adalah pendidik sebagai penanya. Sebab, kemampuan peserta didik untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir. Oleh sebab itu, kemampuan pendidik untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan. Berbagai jenis dan teknik bertanya perlu dikuasai oleh setiap pendidik, apakah itu bertanya hanya sekedar untuk meminta perhatianpeserta didik, bertanya untuk mencari tahu, bertanya untuk mengembangkan kemampuanpeserta didik, atau bertanya untuk menguji kemampuan para peserta didiknya.


4. Prinsip Belajar Untuk Berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah materi yang diajarkan dalam proses pembelajaran, akan tetapi belajar adalah proses berpikir (learning how to think), yaitukegiatan mengembangkan kemampuan seluruh otak, baik otak kiri maupun otak kanan; baik otak reptil, otak limbik, maupun otak neokortek. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara optimal. Belajar yang hanya cenderung memanfaatkan otak kiri, misalnya dengan memaksa peserta didik untuk berpikir logis dan rasional, akan membuat peserta didik dalam posisi “kering dan hampa”. Oleh karena itu, belajar berpikir logis dan rasional perlu didukung oleh pergerakan otak kanan, misalnya dengan memasukan hal-hal yang dapat mempengaruhi emosi, yaitu bagian dari estetika melalui proses kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan dan menggairahkan bagi para peserta didik.

5. Prinsip Keterbukaan
Belajar adalah suatu proses mencoba beberapa kemungkinan. Segala sesuatu mungkin saja terjadi ketika proses pembelajaran. Oleh sebab itu, peserta didik perlu diberikan keleluasaan untuk mencoba sesuai dengan perkembangan kemampuan logika dan nalar para peserta didik. Pembelajaran yang bermakna adalah proses pembelajaran yang menyuguhkan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Tugas pendidik adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukannya.

Prinsip-Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Ekspositori

Operator Bukan Guru - Tidak ada satu strategi pembelajaran yang dianggap lebih baik dibandingkan dengan strategi pembelajaran yang lain. Baik tidaknya suatu strategi pembelajaran bisa dilihat dari efektif tidaknya strategi tersebut pada mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan demikian, pertimbangan pertama pengunaan strategi pembelajaran dijelaskan dibawah ini.

Berorientasi pada tujuan
Walaupun penyampaian bahan ajarpada proses pembelajaran merupakan ciri utama pada strategi pembelajaran ekspositori melalui metode ceramah, namun tidak berarti proses penyampaian bahan ajar tanpa tujuan pembelajaran; justru tujuan itulah yang harus menjadi pertimbangan utama pada penggunaan strategi ini. Karena itu sebelum strategi ini diterapkan terlebih dahulu, pendidik harus merumuskan tujan pembelajaran harus dirumuskan pada bentuk tingkah laku yang dapat diukur atau berorientasi pada kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Hal ini sangay penting untuk dipahami, karena tujuan yang spesifik memungkinkan kita bisa menguntrol efektivitas penggunaan strategi pembelajaran. Memang benar, strategi pembelalajaran ekspositori tidak mungkin dapat mengejar tujuan kemampuan berpikir tingkat tinggi, misalnya kemampuan untuk menganalisis, menyintesis sesuatu, atau mungkin mengevaluasi sesuatu, namun tidak berarti tujuan kemampuan berpikir taraf rendah tidak perlu dirumuskan; justru tujuan itulah yang harus dijadikan ukuran pada menggunakan strategi ekspositori.

Prinsip komunikasi
Proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai proses komunikasi, yang menunjuk pada proses penyampaian pesan dari seseorang (sumber pesan) kepada seseorang atau para orang (penerima pesan). Pesan yang ingin disampaikan pada hal ini adalah bahan ajar pelaran yang diorganisir dan disusun sesuai dengan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Pada proses komunikasi pendidik berfungsi sebagai sumber pesan dan peserta didik berfungsi sebagai penerima pesan.
Pada proses komunikasi, bagaimanapun sederhananya, selalu terjadi urutan pemindahan pesan (informasi) dari sumber pesan ke penerima pesan. Sistem komunikasi dikatakan efektif apabila pesan itu dapat mudah ditangkap oleh penerima pesan secara utuh; dan sebaliknya, sistem komunikasi dikatakan tidak efektif, apabila penerima pesan tidak dapat menangkap setiap pesan yang disampaikan. Kesulitan menangkap pesan itu dapat terjadi oleh berbagai gangguan (noise) yang dapat menghambat kelancaran proses  komunikasi. Akibat gangguan (noise) tersebut memungkinkan penerima pesan (peserta didik) tidak memahami atau tidak dapat menerima sama sekali pesan yang ingin disampaikan. Sebagai suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian, maka prinsip komunikasi merupakan prinsip yang sangay penting untuk diperhatikan. Artinya, bagaimana upaya yang bisa dilakukan agar setiap pendidik dapat menghilangkan setiap gangguan (noise) yang bisa mengganggu proses komunikasi.


Prinsip kesiapan
Pada teori belajar koneksionisme, “kesiapan” merupakan salah satu hukum belajar. Inti dari hukum belajar ini adalah bahwa setiap individu akan merespons dengan cepat dari setiap stimulus apabilapada dirinya sudah sudah memiliki kesiapan; sebaliknya, tidak mungkin setiap individu akan merespon setiap stimulus yang muncul apabilapada dirinya belum memiliki kesiapan. Yang dapat kita tarik dari hukum belajar ini adalah, agar peserta didik dapat menerima informasi sebagai stimulus yang kita berikan, terlebih dahulu kita harus memosisikan mereka pada keadaan siap baik secara fisik maupun psikis untuk menerima pada proses pembelajaran. Jangan mulai kita sajikan bahan ajarpada proses pembelajaran, apabilapeserta didik belum siap untuk menerimanya. Seperti halnya kerja sebuah komputer, setiap data yang dimasukkan akan dapat disimpan pada memori apabila sudah tersedia file untuk menyimpan data. Setiap data tidak mungkin dapat disimpan apabila belum tersedia filenya. Oleh karena itu, sebelum kita menyampaikan informasi terlebih dahulu kita yakinkan apakah pada otak anak sudah tersedia file yang sesuai dengan jenis informasi yang akan disampaikan atau belum, kalau seandainya belum maka terlebih dahulu harus kita sediakan dahulu file yang akan menampung setiap informasi yang akan kita sampaikan.

Prinsip berkelanjutan
Proses pembelajaran ekspositori harus dapat mendorong peserta didik untuk mau mempelajari bahan ajarpada proses pembelajaran lebih lanjut. Pembelajaran bukan hanya berlangsung pada saat itu, akan tetapi juga untuk waktu selanjutnya. Ekspositori yang berhasil adalah apabila melalui proses penyampaian dapat membawa peserta didik pada situasi ketidakseimbangan (disequilibrium), sehingga mendorong mereka untuk mencari dan menemukan atau menambah wawasan melalui proses belajar mandiri.